JAKARTA, GORIAU.COM - Bawaslu, KPU, KPI dan KIP meneken kesepakatan bersama terkait ketentuan publikasi sekitar kegiatan pemilu di media massa. Penyiaran quick count (hasil penghitungan cepat pemilu) paling cepat baru boleh dilakukan dua jam setelah pemungutan suara selesai di wilayah Indonesia bagian barat.

"Dalam menyiarkan pengumuman prakiraan hasil perhitungan cepat pemilu, lembaga penyiaran hanya boleh menyiarkan prakiraan hasil penghitungan cepat pemilu paling cepat 2 jam setelah pemungutan suara selesai di wilayah Indonesia bagian barat," ujar Ketua KIP Abdulhamid Dipopramono, di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2014).

Abdulhamid menjelaskan, meskipun penyampaian hasil penghitungan cepat merupakan hak, namun harus tetap perlu diatur.

"Itu memang informasi terbuka dan harus terbuka. Kalau yang (Indonesia) di timur beberapa jam duluan, akan mempengaruhi (pemilih) di (Indonesia bagian) barat," imbuhnya.

Selain itu keempat lembaga lembaga ini juga mengatakan bahwa penyiaran hasil perhitungan cepat hasil pemilu juga harus disertai dengan informasi sumber dana, metodologi.

"Dan menyatakan bahwa hasil perhitungan cepat bukan merupakan hasil resmi penyelenggara pemilu," jelas Abdulhamid.***

Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081365093962 atau via email: goriau2012@gmail.com (lengkapi data diri atau instansi untuk berita warga dan rilis)