HILANGNYA pesawat Malaysia Airlines MH370 melahirkan berbagai spekulasi, termasuk mengaitkannya dengan mitos, seperti mitos adanya Segitiga Bermuda di sekitar Laut China Selatan, lokasi yang diduga tempat menghilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370, Sabtu minggu lalu.

Situs berita yang cukup ternama Livescience memberitakan Rabu (12/3/2014), bahwa tempat menghilangnya pesawat MH 370 milik maskapai Malaysia tersebut persis berada di sisi lain Segitiga Bermuda.

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah benarkah segitiga bermuda itu ada di Asia? Istilah Segitiga Bermuda sendiri muncul pada tahun 1964 dan mulai populer setelah salah seorang penulis bernama Charles berlitz menuliskannya. Seorang penulis lainnya juga menuliskan bahwa kawasan Segitiga Bermuda menyimpan sebuah energi yang sangat dahsyat sehingga mempunyai daya tarik (medan magnet) bagi apapun yang melintas di wilayah itu.

Seorang wartawan Larry Kusche pernah melakukan sebuah riset di kawasan Segitiga Bermuda pada tahun 1970. Dia mengatakan bahwa penulisan tentang Segitiga Bermuda banyak yang disalahartikan karena menyadur dari tulisan-tulisan sebelumnya.

Mitos tentang perairan laut Vietnam yang persisi berada di sisi bumi lain dari Segitiga Bermuda pun tak benar. Kalau ditarik garis dari Segitiga Bermuda "asli" sejatinya Laut Karibia lah yang menjadi Segitiga Bermuda Sisi Bumi Lainnya.

Lalu apakah hilangnya MH370 secara misterius dan "disembunyikan" di alam lain? Janganlah berpikir seperti itu. Hanya Sang Pencipta-lah yang tahu pasti.

Segitiga Naga di Perairan Jepang
Nah, di perairan Jepang kabarnya juga ada sebuah titik yang hampir sama sering terjadi di Segitiga Bermuda. Kawasan perairan tersebut dikenal dengan Segitiga Naga.

Kawasan perairan Segitiga Naga juga biasa disebut dengan The Formosa Triangle dan The Devil's Sea. Nama Segitiga Naga ini muncul dari legenda Cina tentang Naga yang hidup di dalam laut selama berabad-abad. Daerah Segitiga Naga ini mencakup Garis Segitiga dari Jepang Barat lalu ke Guam hingga ke Taiwan. Laporan tidak berfungsinya alat Navigasi dan komunikasi di perairan ini juga menjadi momok yang sangat mengerikan.

Zona perairan ini juga dinyatakan sebagai zona berbahaya di wilayah perairan Jepang. Charlez Berlitz menyatakan bahwa, antara tahun 1952-1954 Jepang kehilangan lima kapal militernya di perairan tersebut. Ada sekitar 700 awak kapal di lima kapal militer tersebut. Kemudian pemerintah Jepang pun mengirim sejumlah peneliti untuk mencari keberadaan kapal militer yang hilang tersebut. Namun naas kapal ini pun ikut lenyap di Segitiga Naga tersebut. Sejak saat itu kawasan ini ditandai sebagai zona bahaya oleh pemerintah Jepang. Kawasan Segitiga Naga ini merupakan salah satu dari 12 Vile Vortices.***
Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081275940999 atau via email: goriau2012@gmail.com (lengkapi data diri atau instansi untuk berita warga dan rilis)