PEKANBARU, GORIAU.COM - Tak digelarnya quick count oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau sangat disayangkan banyak kalangan, tak terkecuali kalangan anggota DPRD Riau. Terlepas hasil quick count bukanlah informasi resmi, paling tidak hasil itu akan memberikan gambaran awal terhadap pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2013 -2018.


Anggota DPRD Riau, Jabarullah, Kamis (5/9/2013) di Gedung DPRD Riau mengatakan, pihaknya heran dan merasa aneh dengan pelaksanaan Pilgubri oleh KPU Riau. ''Seharusnya KPU tetap menggelar quick count yang bekerjasama dengan lembaga independen,'' ujarnya.


Dikatakannya, alokasi anggaran yang diberikan kepada KPU untuk pelaksanaan Pilgubri cukup besar dengan angka sekitar Rp282 miliar. ''Rasanya aneh dengan anggaran yang besar, KPU Riau tak melaksanakan quick count. Dan sekarang hasil Pilgubri jadi simpang siur karena para tim sukses mengklaim memenangkan Pilgubri 2013,'' ujarnya.


Ketua DPW Pemuda Muhammadiyah Riau ini mengatakan selain hasilnya simpang siur, pelaksanaan Pilgubri tidak sampai diketahui oleh masyarakat Indonesia karena pemberitaan secara nasional juga tidak membuat media nasional tertarik untuk mengekspos.


Sementara itu pengamat politik Riau, Saiman Pakpahan mengatakan tidak wajar jika dalam perhitungan sementara, KPU meniadakanya quick count yang diitunggu masyarakat di Riau maupun luar provinsi. Karena kata Dosen Fisipol Unri ini, dengan anggaran pelaksanaan yang begitu besar seharusnya KPU melaksanakan quick cont.


''Memang patut dipertanyakan penyelenggara pesta lima tahunan ini, tak adanya quick count resmi dari KPU. jelas kondisi perpolitikan di Riau jadi kabur dan miskin informasi dalan penentuan pasangan pemenang sementara sebelum ada hasil putusan rapat pleno KPU,'' kata Saiman. (rdi)