PEKANBARU, GORIAU.COM - Belasan orang dari keluarga besar asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pekanbaru mendatangi rumah dokter Ronika. Mereka minta para medis ini segera ditahan.


Rumah dokter umum Ronika di Jl Soekarno Hatta, kawasan Arengka, Pekanbaru didatangi belasan warga NTT, Senin (23/9/2013). Warga ini merasa terpanggil atas kasus yang menimpa warga satu kampung mereka, AB (14) yang menjadi korban penganiayaan sang dokter.


Saat belasan orang ini mendatangi tempat praktik di rumah toko itu, terlihat pagarnya terkunci. Penghuninya tidak berada di tempat. Mereka bertujuan akan membawa dokter itu untuk segera ditahan di kantor polisi.


Mereka ingin, dengan status tersangka, agar dokter Ronika segera ditahan. Namun aksi mereka segera mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.


Anggota Polresta Pekanbaru pun langsung mengamankan di lokasi. Tidak ada aksi anarkis yang dilakukan warga NTT ini. Mereka hanya ingin agar dokter segera ditahan.


''Kita hanya berharap, dengan status tersangka dokter itu harus ditahan. Jangan ada perbedaan dimata hukum,'' kata Ayub salah seorang dari keluarga NTT.


Sebagaimama diketahui, AB sudah 9 bulan bekerja sebagai pembantu di rumah dokter yang berdinas di RS TNI AU itu. Selama bekerja, AB menjadi korban penganiayaan.


Dia sering menerima perlakuan kasar, ditampar, dipukul malah pernah dicucuk dengan gunting. Selama bekerja, tak pernah menerima gaji dan makan juga hanya boleh satu kali sehari.


Belakangan korban melarikan diri dan diselamatkan warga sekitar. Dari sana ketua RT melaporkan kasus itu ke Polresta Pekanbaru. Polisi sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. Hanya saja polisi melakukan penangguhan penahanan. ***