RENGAT,GORIAU.COM - ‪‪Ada ada saja ulah Kepala Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang satu ini, dimana dana operasionaal untuk Panwaslu dikecamatan tersebut hanya tiga juta yang diterima Ketua Panwaslu dan anggotanya dari RP.21 juta yang dianggarkan, sedangkan sisanya sekitar Rp. 18 juta lagi di kekelola lansung oleh Kepala sekretariat Panwas yang ditunjuk oleh Camat Rengat Barat, Drs. Dudi Sunandar.


"Kami tidak terima dengan hal ini, dana operasional tersebut adalah dana Panwas, bukan dana Sekretariat. Sebab Sekretariat itu ada karna ada Panwas", ujar Ketua Panwas Kecamatan Rengat Barat, Risanty Marisca didampingi anggotanya M. Alhafis, Rabu (2/10/2013) di Pematang Reba.


Dikatakan Risca sapaan akrapnya, sebelumnya kami sudah mencoba melakukan koordinasi secara baik-baik dengan Kepala sekretariat Panwas, Ping Astono, guna membicarakan kemana dana opersional tersebut di alirkan, namun hanya rincian dana yang mereka buat sendiri yang kami terima. Setelah kami cek rincian dana tersebut, ternyata banyak yang diduga fiktif dan tidak masuk akal.


Selain itu, kami nilai kepala Sekretariat itu yang juga Kasi Trantip Kecamatan Rengat Barat sangat arogan, ketika kami menanyakan masalah dana operasional itu, ia selalu berkata dengan nada keras dan sempat bertengkar mulut dan nyaris baku hantam dengan salah seorang anggota saya, sebut Risca.


Sehubungan rincian dana yang dibuat nya, sambung Risca, ada lima poin yang dinilai tidak masuk akal. Seperti, pisum kwitansi dan cap kwitansi pembelian alat tulis kantor (ATK) yang dicantumkan dua kali pembelian, padahal itu tidak ada sama sekali, karna aja jatah dari Panwas Kabupaten.


Selain itu, biaya makan minum membengkak, serta biaya sewa komputer dan sewa gedung kantor diduga fiktif, karna kami tidak ada menyewa kedung kantor dan komputer tersebut, sebab kami memakai pasilitas gedung kantor camat.


Parahnya lagi sambung Risca, pisum kwitansi Air, Telepon dan Listrik yang tidak ada bisa muncul, padahal kita tidak pernah menggunakan pasilitas tersebut, selain itu yang saya tidak habis pikir, pencairan dana operasional tersesebut bisa ia cairkan, padahal saya selaku ketua Panwas tidak permaanh menandatangani serta membubuhkan cap stanpel di slip pencairan tersebut. itu artinyaa pencairan yang dilakukannya diduga ilegal.


Dengan demikian, saya minta kepala sekretariat tersebut dapat transparan dan membenahi administrasi tersebut serta menyerahkan sisa anggaran operasional itu yang menjadi hak kami selaku Panwas, karena jika tidak kami akan meneruskan hal ini kepada pihak yang lebih tinggi, kapan perlu kepada pihak yang berwajib sekalian, tandas wanita berjilbab itu tegas.


Dalam pada itu, Camat Rengt Barat, Dudi Sunandar, belum berhasil dikomfirmsi terkait hal ini, ketika dihubungi selulernya tidak diangkat.(jef)

Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081365093962 atau via email: goriau2012@gmail.com (lengkapi data diri atau instansi untuk berita warga dan rilis)