PEKANBARU, GORIAU.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau mengingatkan pengusaha untuk tetap peduli terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitarnya.


Ketua Kadin Riau Juni Ardianto Rachman, Jumat (17/5/2013) mengatakan saat ini masih ada sejumlah perusahaan yang beroperasi di Provinsi Riau yang kurang peduli terhadap UMKM. ''Jumlah mereka masih banyak, umumnya dari perusahaan berskala nasional,'' ujarnya.


Juni mengakui, memang perusahaan-perusahaan telah memberikan bantuan di dalam bentuk Community Development (CD) atau dikenal Corporate Social Responsibilty (CSR) kepada masyarakat sekitar. Namun, jika dibandingkan dengan sumber daya alam yang telah dikurang masih sangat tidak terbanding.


''Di Provinsi Riau ini, tiap kabupaten/kota ini banyak perusahaan besar swasta berskala nasional mengeruk hasil bumi (SDA) di Riau. Khususnya perusahaan swasta bergerak di sektor perkayuan dan perkebunan serta pertambangan. Kita dihimbau mereka memperhatikan pengembangan UMKM daerah setempat," sebutnya.


Sebab sebut Juni, demikian sapaanya ini, pihaknya memang ada mendapat laporan masih ada perusahaan demikian yang kurang tanggap terhadap UMKM. Seperti hal, PT Pulau Sambu yang bergerak di sektor perkebunan di Kabupaten Inhil. Begitu juga sejumlah perusahaan besar lainnya dilaporkan masih kurang peduli UMKM.


Menurutnya, dalam hal ini seharusnya bagian komunitas usaha yang tergabung di Kadin tunduk dan komit pada kode etik bisnis. Yakni melalu Good Corparate Governance (GCG) yang telah disepakati. Artinya itu tidak semata-mata mengutamakan profit sebesar-besarnya dengan tanpa memperhatikan peran sosial. (rdi)