PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala SMAN 2 Bangkinang, Riau, Abdul Latif mengatakan, dirinya merasa terancam, sebab sudah enam kali mendapat tekanan atau intimidasi jika tidak mau pindah. Ancamannya, rumahnya akan dimolotov, mobil ditembak atau dirinya ditabrak. Namun sampai kini dirinya tidak mau pindah kendati dimutasi ke SMPN I di XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.


''Saya merasa sedikit menyesali saja, kenapa saya dipindahkan secara mendadak. Saya dipindahkan pada hari Sabtu (22/6/2013) lalu, dan sebelumnya itu saya juga mendapatkan undangan pada Jumat (21/6). Maka saya menolak dipindahkan, bahkan sampai kini belum ada SK yang saya diterima. Karena itu saya tetap di SMAN 2 Bangkinang,'' terang Abdul Latif, Kamis (27/6/2013) melalui seluler.


Ia mengatakan, dengan enggan dipindahkan itu, dirinya sering mendapatkan ancaman dan intimidasi yang nyaris nyawanya melayang. Sampai saat ini sudah enam kali dirinya mendapatkan ancaman, hanya dikarenakan menolak dipindah.


''Saya tidak mau dipindahkan. Maka saya sering mendapatkan tekanan dan ancaman bunuh sampai 6 kali. Seperti rumah saya di molotov, mobil ditembak, dan saya mãu ditabrak. Saat saya di Jakarta juga hampir ditabrak. Pelaku menabrak saya itu ditangkap warga dan di tahan di Mapolres Jakarta Selatan," sebutnya.


Saat ditanya kepolisian, ternyata pelaku yang menabrak itu merupakan suruhan dari pejabat di Kampar. Pelaku itu mengaku disuruh dengan bayaran Rp250 juta.


Kendati mendapatkan tekanan demikian, sebut Abdul Latif yang sudah dua priode menjabat Kepala SMAN 2 Bangkinang ini, mengatakan akan tetap di SMAN 2. ''Sekarang Kepala SMAN 2 Bangkinang dijabat Damhuri. Saya dipindahkan secara mendadak, tentu ini menjadi pertanyaan,'' ujarnya.


Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kampar, Jawahir saat dihubungi melalui selulernya, Kamis (27/6/2013) mengatakan, pemindahan sudah sesuai dengan prosedur. Karena aturanya, jika sudah dua periode menjadi kepala sekolah, maka dipindahkan ke sekolah yang lebih kecil. Inipun sesuai dengan PP 28/2010.


''Pemindahan itu sudah sesuai dengan prosedur. Dan jika memang Pak Abdul Latif tidak bersedia pindah. Inikan artinya menentang janji sebagai PNS. Maka, akan ada sanksi diberikan kepada bersangkutan. Maka diharapkan Pak Abdul Latif ini beraktifitas di SMPN 1 XVIII Kota Kampar disesuai dengan SK,'' terangnya. (rdi)

Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081365093962 atau via email: goriau2012@gmail.com (lengkapi data diri atau instansi untuk berita warga dan rilis)