PADANG, GORIAU.COM - Plt Deputi Manager (DM) Perencanaan Umum dan Lingkungan Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera II Endang Suarman mengatakan, pemasangan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) yang telah dilakukan baru dari Muaro Bungo-Kiliranjao, Kiliranjao-Ombilin. Selanjutnya yang akan dikerjakan yaitu Kiliranjao-Payakumbuh dan Payakumbuh-Garuda Sakti (Riau).


”Pembangunan SUTET Payakumbuh-Garuda Sakti ini lintas provinsi. Untuk Sumbar melewati Limapuluh Kota dan Payakumbuh. Ada sekitar 204 tapak tower akan dibangun,” sebutnya.


Endang menambahkan, bila proses berjalan lancar seperti pembebasan tanah selesai cepat, maka pembangunan 204 SUTET ini bisa selesai selama dua tahun. ”Keberadan jaringan ini sangat dibutuhkan. Sebab, jaringan dari provinsi lain bisa menyuplai ke jaringan ini,” kata Endang


Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kependudukan Setdaprov Sumbar Syafrizal mengatakan, gubernur mendukung dengan pembangunan ini. Karena SUTET itu berada di Limapuluh Kota dan Payakumbuh, maka perlu dukungan pemerintah di dua daerah tersebut.


Sekitar 204 Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kVA yang mencangkup dua provinsi, Sumbar dan Riau akan dibangun 2013 ini. Pembangunan SUTET ini akan melewati Limapuluh Kota dan Payakumbuh. Jaringan SUTT akan terkoneksi di seluruh Sumatera.


”Selain itu, kita juga berharap, masyarakat yang berada di sekitar jaringan SUTET tersebut untuk memahami pembangunan ini. Sebab, ini untuk kepentingan masyarakat. Akan banyak desa yang akan dialiri listrik,” katanya, Kamis (28/2).


Pembangunan SUTET dilakukan oleh unit induk pembangunan jaringan Sumatera II yang berpusat di Palembang.


Saat ini, terang Syafrizal, pembangunan belum dilakukan karena masih menunggu kajian Analisa Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sementara itu, untuk penetapan lokasi, masih dalam proses oleh gubernur.


Syafrizal menambahkan, dalam menentukan batas tertinggi pergantian tanah masyarakat ditetapkan oleh lembaga penilai independen (appraisal). Untuk itu, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk meminta besaran ganti rugi sesuai batas yang ditetapkan appraisal. ”Kita berharap, dengan dibangun SUTET ini, tidak ada jaringan yang mati hidup karena ini sudah terkoneksi se-Sumatera,” tegas Syafrizal. (pmc)

Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081365093962 atau via email: goriau2012@gmail.com (lengkapi data diri atau instansi untuk berita warga dan rilis)