PEKANBARU, GORIAU.COM - Pasca ditahannya mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq yang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus dugaan suap daging impor. Bermunculan pula pendapat dari kalangan Pengamat Politik yang menilai suara PKS Riau, nanti akan anjlok di Pemilihan Gubernur 2013.


Terkait mencuat pendapat dilontarkan Pengamat Politik dikonfirmasikan kepada Humas dan Protokoler DPW PKS Riau H Mansyur, Senin (4/2/2013) mengatakan, pihaknya sangat tidak terima pernyataan kalangan pengamat politik, jika ditahannya mantan Presiden PKS ini, akan berdampakanjloknya suara PKS Riau di Pigubri 2013.


"Memang sah-sah saja apa yang diungkapkan mereka itu sebagai pengamat karena itu memang hak mereka. Tetapi hendaknya, jangan memojokkan seperti itu, bahwa suara PKS Riau di Pilgubri 2013 akan anjlok. Inikan memojokan citra PKS Riau di dalam Pilgubri 2013. Padahal tidaklah demikian halnya," kata Mansyur.


Anggota DPRD Riau inipun mengatakan, atas dasar apa pengamat itu menilai akan suara PKS Riau anjlok di Pilgubri.


Harusnya sambung Mansyur, jika memang ada hasil survei yang ditunjukkan, dengan adanya kasus terjadi atau dialami para kader di PKS ini, terlebih lagi Presiden. Pendapat itu baru bisa diterima.


"Hendaknya pengamat itu jika ingin menilai atau memberikan komentar, harusnya berdasarkan hasil survei. Jangan asal menyatakan pendapat. Apalagi disaat ini situasi dalam menghadapi Pilgubri 2013," kata Mansyur sembari menjelaskan itu penangkapan terhadap Presiden PKS ini adalah bernuansa kepentingan politik.


Dikatakannya, ketidakbenaran pendapat dilontarkan oleh kalangan pengamat politik itu tidak terbukti. Sebab sambung Mansyur, pasca penetapan itu, telah ada sejumlah kader politik lainnya ingin bergabung di PKS. Dengan adanya yang bergabung ke PKS ini katanya, apakah menggambarkan suara PKS anjlok nanti.


"Saat ini saja, sudah ada sejumlah kader dari Partai Politik (Parpol) lainnya yang akan bergabung dengan PKS di Provinsi Riau. Apakah ini menggambarkan hal suara PKS di Pilgubri akan anjlok," katanya sembarimenegaskan, keberadaanya PKS di dominasi kader dan simpatisan yangmilitan dalam suatu perjuangan.


Senada itu disampaikan Ketua DPW PKS Riau Nurdin saat dihubungi, Senin (4/2). Ia mengatakan, sangat menyesalkan adanya pendapat yang memojokkan PKS didalam kasus dihadapi mantan Presiden PKS. Padahal, kejadian itukan jelas merupakan skenario politik yang dibuat lawan politik untuk menjatuhkan nama PKS ini.


"Saya sangat sesalkan pernyataan pengamat itu. Disebab, ditangkapnya Presiden PKS ini tidak ada kaitanya suara PKS Riau didalam Pilgubri 2013. Diharap pada pengamat jangan asal komentar tanpa dengandibuktikan hasil survei. Kalau ini sama artinya memojokan PKS," katanya sembari meminta tetap kesolidan kader. (rdi)