BENGKALIS, GORIAU.COM - Penangkapan tiga warga Rupat yang sedang menambang pasir oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu, dikhawatirkan bisa menggangu proses pembangunan di Kabupaten Bengkalis. Pasalnya, sebagian besar material pasir untuk pembangunan di Bengkalis, baik untuk bangunan milik pribadi maupun proyek APBD, menggunakan pasir dari Pulau Rupat. Namun sejak peristiwa penangkapan itu tidak ada warga yang berani menambang.


''Pemkab Bengkalis harus bergerak cepat, jangan sampai pelarangan ini menyebabkan proses pembangunan Kabupaten Bengkalis terhenti. Seperti sama-sama kita ketahui, sebagian besar pasir yang digunakan untuk material bangunan di Kabupaten Bengkalis didatangkan dari Rupat. Tak lama lagi pekerjaan proyek akan dimulai,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis, Misliadi, Kamis (4/4/2013).


Tidak hanya proses pembangunan yang bakal terganggu, papar Misliadi, tapi juga kehidupan sebagian masyarakat Rupat karena sudah bertahun-tahun menggantungkan hidupnya dari menambang pasir.


''Setahu saya Pemkab itu diberikan kewenangan mengeluarkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Saya berharap Pemkab segera menyikapi persoalan ini jangan sampai ekonomi masyarakat dan proses pembangunan terganggu. Aktivitas yang mereka lakukan secara tradisional tersebut sudah berlangsung puluhan tahun,” ujar Misliadi.


Pasir Putus


Saat ini masyarakat yang membutuhkan pasir untuk membangun rumah dan lainnya dibuat kelimpungan. Pasalnya, sejak 10 hari terakhir pasir sudah putus, sejumlah lokasi penumpukan material pasir terlihat kosong, kalaupun ada jumlahnya terbatas.


''Sudah 10 hari ini pasir Sungai Injab, Rupat putus. Tidak ada lagi kapal yang berani mengambil atau membeli pasir dari Rupat karena takut ditangkap. Pemkab harus bergerap cepat, jangan sampai persoalan ini mengganggu proses pembangunan yang sedang berjalan,'' ujar Ketua Kadin Bengkalis, Masuri.


Pihaknya sudah menyampaikan langsung persoalan ini kepada Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh. Dirinya kawatir jika Pemkab lambat menyikapi, akan berdampak kepada kehidupan masyarakat setempat dan proses pembangunan Bengkalis jadi terganggu. ''Pada intinya pak Bupati juga memaklumi hal itu dan segera mencarikan solusi,'' imbuhnya. (jfk)

GoRiau.com menyediakan kanal Jepretan Warga untuk foto peristiwa kiriman warga. Setiap foto harus dilengkapi teks (keterangan peristiwa, tempat dan waktu kejadian) dan mencantumkan identitas diri (nama, pekerjaan dan alamat yang benar). Redaksi GoRiau.com akan menyeleksi foto yang akan diterbitkan. Silakan kirimkan fotonya alamat email: jepretanwargagoriau@gmail.com