PEKANBARU, GORIAU.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau kembali menjalani sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru, Senin (26/8/2013). Kali ini bukan lagi kasus sengketa yang diajukan pasangan Wan Abu Bakar-Isjoni (WIN) melainkan HR Mambang Mit-lah yang mengajukan gugatan.


Mantan Ketua DPD Partai Demokrat tersebut menggugat Surat Keputusan KPU Riau dengan nomor 114/KPTS/KPU Prov Riau-004/VII/2013 tentang penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2013-2018, khusus atas nama Achmad-Masrul. Dalam tuntutan yang dibacakan Asep Rukhiyat, Mambang meminta KPU Riau membatalkan pasangan Achmad-Masrul sebagai salah satu calon.


Tuntutan kedua Mambang yakni, meminta KPU Riau untuk mencabut Surat Keputusan dengan nomor 114/KPTS/KPU Prov Riau-004/VII/2013. Karena dia menilai perlu untuk ditinjau kembali. Sebab telah terjadi pelanggaran kode etik.


Hal tersebut disampaikan pengacara KPU Riau, Aziun Azhari kepada GoRiau.com setelah pelaksanaan sidang PTUN di Kantor KPU Riau. Ia menuturkan, Mambang menggugat KPU Riau atas nama pribadi dengan nomor perkara 28/G/2013/PTUN PBR. "Kami tadi sudah menjalani persidangan dengan agenda pembacaan gugatan," katanya.


Persidangan tersebut di pimpin oleh tiga orang majelis hakim, yakni Dewi Hasanah, SH, Agus Efendi, SH, Elfiany, SH, MKn dan yang bertindak selaku Panitra Pengganti adalah Dewi Monasari.(san)