PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Tiga nyawa melayang dalam dua hari berturut di jalur Lintas Timur, Pelalawan. Insiden di awal tahun itu terjadi di dua lokasi berbeda, Selasa dan Rabu (1-2/1/2013).


Mereka yang menjadi korban pertama  meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Timur Kabupaten Pelalawan diawal tahun masing-masing Eliana (18), pelajar kelas SMK Genduang Kecamatan Pangkalan Lesung. Gadis malang ini warga asal Teluk Beringin Kecamatan Kuala Kampar.


Lalu Udin  (24) dan Rudolf (20,) keduanya warga Perum Pandau Jaya Pasir Putih Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.


Sedangkan korban yang mengalami luka dan patah tulang akibat tabrakan antara sepedamotor dan mobil serta truk fuso dengan mobil antaranya Tarmizi Taher (21), mahasiswa asal Desa Genduang  RT 06 RW 02 Kecamatan Pangkalan Lesung, Khaidir (40) warga Sungai Apit Kabupaten Siak  dan Zainal Arifin (20) dengan alamat Dusun III Pasir Putih Kelurahan Desa Baru Kacamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.


‘’Ya selama dua hari berturut terjadi dua kecelakaan yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia,'' jelas Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo,S.Ik Kamis (3/1/2013).


Kecelakaan pertama sebut Kapolres terjadi sekitar pukul 13.00 WIB Selasa (1/1/2013) di  Jalan Lintas Timur KM 80/81 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras.


Tabrakan maut terjadi antara mobil Daihatsu Xenia BM 1485 CK yang dikemudikan Fitria Ningsih, guru di SMKN 1 Pangkalan Kerinci yang tinggal di Perum BTN Lago Permai B3 No.67 RT 05  RW 04 Kecamatan Pangkalan Kerinci tanpa mengalami cidera dengan  sepedamotor Kawasaki Ninja BM 6881 RD yang dikendarai Tarmizi.


Tarmizi, mahasisawa di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru ini mengalami patah pada tangan kiri dan kaki kiri serta luka lecet pada bagian kening dirujuk ke RS Efarina Pangkalan Kerinci. Tarmizi tidak sendiri, namun berboncengan dengan Eliana, warga Desa Teluk Beringin Kecamatan Kuala Kampar. Gadis malang yang masih berstatus pelajar ini  mengalami luka berat pada bagian kepala dan meninggal dunia di RS Amelia Medika Pangkalan Kerinci.


Peristiwa itu juga melibatkan satu unit sepedamotor laiannya Yamaha Vega R BM 6230 SW yang dikendarai Khaidir waega Sungai Apit Siak. Pria paro baya ini menderita sakit pada bagian rusuk sebelah kanan dan harus mendapat perawatan medis  di RS Amelia Medika Pangkalan Kerinci.


Insiden maut itu dijelaskan Kapolres, terjadi  berawal Xenia BM 1485 CK yang dikemudikan  Fitria Ningsih yang baru saja pulang dari Perkemahan Besar Pramuka di BunuI bergerak dengan kecepatan tinggi menuju arah  Pangkalan Kerinci.


Setibanya di TKP, mobil yang dikendarai Pembina terbaik Pramuka Riau ini tiba-tiba bergerak kekanan jalan menghindari lubang. Namun  pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju pula  motor Kawasika Ninja yang dikendarai Tarmizi berboncengan dengan Eliana, karena jarak sudah terlalu dekat kecelakaan pun terjadi.


Kendaraan berbeda bobot ini pun saling adu kambing. Tahir dan Elina terpental di jalan . kondisi paling parah justru dialami Eliana. Sebelum mobil masuk parit, sempat pula menghantam pengendara motor Yamaha Vega R.


Dari olah TKP, polisi menyimpulkan  penyebab terjadinya kecelakaan di duga akibat kelalaian pengemudi mobil  Daihatsu Xenia, karena pada saat mengemudikan kendaraannya dengan  kecepatan  tinggi bergerak kekanan jalan menghindari lubang dan tidak memperhatikan kendaraan lain yang bergerak dari arah berlawanan  sehingga terjadilah insiden maut tersebut.


Peristiwa naas dihari kedua tahun baru 2013 terjadi Rabu (2/1). Kecelakaan maut yang menelan dua nyawa sekaligus ini terjadi di Jalan Lintas Timur KM 35/36 Kelurahan Seikijang Kecamatan Bandar Seikijang antara  pick up Daihatsu Grand Max BM 9909 RC yang dikemudikan Zainal Arifin dengan     Kecelakaan ini terjadi setelah pick up adu kambing dengan truk tanki BM 8041 ZU. Zainal mengalami patah kaki  dan luka dibawa ke Puskesmas Bandar Seikijang, namun kondisinya cukup parah lalu  dirujuk ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.


Sementara dua penumpang  Udin dan Rudolf meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Puskesmas Bandar Seikijang sementara sopir truk melarikan diri paska kejadian.


Tabrakan yang menyebabkan jalan lintas ini sempat macet berawal pick up yang meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah Pangkalan Kerinci menuju Pekanbaru  bergerak ke lajur kanan berusaha memotong  kendaraan yang ada di depannya.


Dari arah berlawanan,  melaju pula truk tanki BM 8M41 ZU yang belum diketahui identitas sopirnya. Karena jarak yang tak mungkin dihindari lagi, benturan keras dua kendaraan pun terjadi yang mengakibatkan Udin dan Rudolf mengalami luka serius dibagian kepala dan tubuhnya  dan meninggal di tempat.


Dari olah TKP, polisi menyimpulkan sementara penyebab terjadinya kecelakaan diduga akibat kelalaian pengemudi pick up karena saat menyalib kendaraan kuran memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan. (kst)