PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Aliansi Masyarakat Lintas Timur (Amal) Kabupaten Pelalawan meminta kepada Pemkab Pelalawan agar serius membasmi penyakit masyarakat (pekat). Pasalnya, di negeri melayu yang terkenal religius dan kental dengan nuansa peradatan, hingga kini di sejumlah kawasan masih banyak ditemukan pekat. Parahnya, hanya berjarak sekitar 300 meter dari Mapolres Pelalawan, sebagai aparat penegak hukum, masih menggeliat warung-warung liar yang disinyalir menyediakan jasa wanita muda untuk dinikmati pria hidung belang.


"Dekat Mapolres saja kita jumpai pekat itu. Di Kecamatan Pangkalan Lesung, praktek lendir tersebut juga semakin tumbuh subur. Kita meminta ketegasan Pemkab beserta perangkatnya dalam melakukan aksi penertiban nyata di lapangan. Kita menilai, upaya dari Satuan Polisi Pamong Praja sebagai garda terdepan dalam penertiban pekat, belum berjalan maksimal. Bahkan Satpol PP yang dikepalai oleh Nifto Anin terkesan takut dalam membasmi pekat," terang Ketua Umum Amal, Izun, kepada sejumlah media, Minggu (17/3/2013).


Izun mengatakan bahwa pekat akan hilang jika semua elemen mulai dari masyarakat hingga penegak hukum serta didukung penuh oleh Pemkab. Karena itu, semua elemen hendaknya bersatu memerangi pekat yang kian merajalela di bumi Seiya Sekata ini.


"Dan Satpol PP sebagai garda terdepan, didukung penuh oleh aparat kepolisian serta segenap tokoh masyarakat di Pelalawan ini, niscaya yang namanya pekat tidak akan ada lagi. Memang dalam melakukan aksi penertiban, mesti rutin dan siap dengan segala resikonya. Kita dari AMAL siap dibarisan terdepan dalam memerangi pekat di negeri ini,'' pungkasnya. (ilm)